http://serambi-islam.blogspot.com/2015/04/batu-akik-menurut-agama-islam.html
kecubung
Batu Akik Menurut Agama Islam .Kegemaran masyarakat mengoleksi dan 'menggosok' batu mulia mulai mewabah lagi setelah beberapa saat sempat tak pernah terdengar. Dimana-mana, hampir semua orang pasti membicarakan batu yang satu ini, mulai dari warna-warna batu tersebut sampai dengan harga pasarannya. Akibat Nge-trend nya batu ini, menjadikan trotoar yang biasa digunakan untuk berjalan kaki, kini beralih fungsi menjadi tempat berdagang batu akik.Untuk kali ini Serambi Islam akan mencoba menuliskan Batu Akik Menurut Agama Islam, semoga bermanfaat…..
Mungkin dulu pemakai mineral alam berwarna unik ini adalah para orang tua, atau bahkan identik dengan dukun. Namun sekarang, dengan gencarnya media memberitakan tentang batu akik, membuat 'demam' ini meradang ke segala penjuru usia. Sekarang tak aneh lagi jika anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas, memakai batu alam tersebut untuk sebuah aksesori.

Batu alam telah menjadi hiasan tubuh sejak ribuan tahun yang lalu. Dan negara yang pertama kali menggunakan batu sebagai hiasan adalah negara-negara yang terletak di belahan timur seperti India, Birma, Srilangka, Cina, Afghanistan, Mesir hingga Indonesia. Hal ini bisa ditemukan di berbagai peninggalan masa lalu dimana banyak perhiasan, peralatan makan, kuil hingga senjata berhiaskan batuan alam.

Pembentukan batu alam secara alami terjadi melalui proses geologi sebagaimana batuan lainnya, misalnya melalui diferensiasi magma, metamorfosa, atau sedimentasi. Aktifitas magma di perut bumi membawa batuan cair di atas 1.000 derajat celcius ini terus bergerak dalam selubung bumi. lapisan kerak Bumi, yang tersusun dari lempeng-lempeng yang terus bertumbukan dan menyisakan banyak retakan. Tekanan yang kuat dari dalam cenderung mendorong magma untuk mencari jalan keluar ke permukaan. Ketika cairan superpanas dan bertekanan tinggi ini mulai naik, cairan ini akan melarutkan berbagai batuan lain yang telah ada. Terjadilah proses pelarutan atau ubahan hidrotermal yang membuat terbentuknya bermacam jenis batuan selama jutaan hingga miliaran tahun yang lalu.
Salah satu batu yang memiliki tingkat kekerasan paling tinggi adalah intan atau berlian. Skala kekerasan intan mencapai 10 mohs, disusul batuan safir dan rubi (mirah delima) yang mencapai 9 mohs, zamrud mencapai 7-8 mohs. Batuan akik atau yang dalam istilah gemstone digolongkan sebagai batuan setengah mulia memiliki kekerasan kurang dari 7 mohs.

Berbeda dengan intan, batuan akik terbentuk saat larutan hidrotermal semakin mendingin karena semakin dekat permukaan. Sambil berjalan ke atas, dia mengisi rekahan dan pori-pori batuan, dan bahkan mengisi fosil kayu sehingga membatu. "Batuan akik terbentuk oleh tudung-tudung silika atau larutan hidrotermal, yang tidak terlalu jauh dari permukaan. Temperaturnya kira-kira 300 derajat Celsius
Batuan akik ini bisa ditemui hampir di seluruh wilayah Indonesia. Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya Jakarta tidak mempunyai batuan akik. Sementara intan, sejauh ini hanya ditemukan di Kalimantan.

Lain pula halnya dengan masyarakat yang tadinya  memakai batu akik hanya untuk perhiasan,tapi jauh dari itu ada yang percaya dengan qodam atau tuah dari sebuah batu akik, seperti halnya orang percaya dengan batu akik kecubung  sebagai sarana pengasihan berwujud cincin logam dengan mata batu kecubung yang memancarkan energy pengasihan tingkat tinggi, secara alami, batu kecubung atau yang umum disebut amethyst ini memang telah mengandung energy dan tuah tersendiri. Melalui proses pengisian energy yang dilakukan orang –orang pintar, tuah batu akik kecubung akan di tingkatkan dan disempurnakan sedemikian rupa sehingga sarana spiritual ini akan berkhasiat luar biasa dalam meningkatkan daya tarik, membuka aura, memancarkan pesona dan charisma sertya mendatangkan keberuntungan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) Duski Samad mengimbau penggemar atau kolektor batu akik tidak terbawa ke dalam sifat kemusyrikan. 

"Jangan sampai batu akik merusak nilai akidah sebagai umat Islam, apalagi mempercayai batu akik berpengaruh dalam kehidupan," kata Duski Samad di Padang, Senin (26/1).
Ia menjelaskan, dalam hukum Islam, mempercayai dan meyakini benda-benda yang memiliki kelebihan dan membawa keberuntungan dalam kehidupan termasuk dalam dosa besar, dan itu dilarang dalam Islam.
Menurut Duski batu akik hanyalah sejenis batu mulia. "Batu itu disukai hanya berdasarkan bentuk dan warnanya. Tidak lebih dari itu,

Lebih lanjut, ia menambahkan, memakai aksesoris dalam kehidupan  dalam Islam tidak ada larangan, justru itu dianjurkan untuk perhiasan diri. "Namun, jika batu akik itu dipercaya memiliki kelebihan dan membawa keberuntungan dalam kehidupan itu jelas sudah dosa besar," katanya.

Dikatakannya, pada batu akik jenis tertentu, jika dipakai dalam waktu yang lama memang mengalami proses pergantian warna, dan itu tidak ada hubungannya dengan kehidupan sehari-sehari. "Itu murni proses kandungan mineral yang ada dalam batu tersebut, ini harus disikapi dengan baik, semoga ada manfaatnya bagi sobat Serambi Islam sebagai perbandingan…………………….

Post a Comment Blogger